07 Mei 2010

Benarkah Sampah Bagian dari hidup kita….????



Sampah…

Bicara mengenai sampah, sudah pasti semua orang beranggapan bahwa sampah adalah masalah.

That’s right…

sampah menjadi masalah dimana saja, mulai dari pelosok desa sampai kota – kota besar. Manurut saya itu hal yang wajar karena semua orang pasti mempunyai sampah, Ehm.. analoginya seperti pada saat kita bernafas, CO2 yang kita keluarkan adalah sampah, keringat yang keluar adalah sampah, BAB yang kita keluarkan adalah sampah, waktu makan nasi bngkus dan bungkusnya adalah sampah, motor yang mengeluarkan asap jg di sebut sebagai sampah, dan masih banyak lagi contoh yang lainnya.
Intinya, sampah sudah menjadi “sunatullah” atau hukum alam yang tak terpisahkan, satu sisi ada kehidupan dan di sisi yang lain ada sampah. Maka tidak mungkin kita menghindarinya, jalan satu – satunya adalah MENGHADAPINYA. Akan tetapi kebanyakan orang malah menghindari yang namanya sampah, mereka beranggapan bahwa cara yang tepat mengatasi sampah yaitu dengan membakarnya, padahal itu justru akan menimbulkan masalah baru bagi lingkungan.

Pola fikir masyarakat yang monoton kerap kali membuat mereka terjebak dalam satu pemikiran yang egois, dimana pemikiran yang hanya mementingkan diri sendiri, tanpa memikirkan apa yang akan terjadi di kedepannya nanti.
Untuk merubah tatanan pola fikir masyarakat itu sangat sulit sekali, dimana suatu tatanan pemikiran yang monoton itu sudah tertanam kuat di benak mereka. Dan rata - rata masyarakat baru akan menyadarinya ketika persoalan – persoalan lingkungan telah mulai dirasakan, misalnya terjadi eutrofikasi air akibat membuang limbah sembarangan, banjir, erosi, dll.
Kembali mengenai sampah, sebenarnya sampah akan menimbulkan masalah besar jika mereka itu berkumpul dan menumpuk di suatu tempat dengan berat ber ton – ton. Kalau sudah begitu sangat sulit untuk mengelompokkan antara sampah organik dan anorganik. Oleh karena itu sebaiknya pengelompokkan sampah dilakukan sejak pertama mereka menjadi sampah, yaitu ketika mulai di campakkan dan tidak berguna lagi, misalnya saja kita makan snack yang di bungkus dengan plastik, setelah kita makan snack tersebut, sudah barang tentu bungkusnya tidak berguna lagi, dan bungkus itulah yang di sebut SAMPAH. Sampah dari bungkus snack yang berupa plastik tersebut pada saat membuangnya jangan di campur dengan sampah – sampah yang lain, tetapi harus di bedakan dan dikumpulkan dengan sampah sejenisnya.
Bila dicermati lebih dalam lagi pembagiannya, sampah bisa di bagi menjadi beberapa kelompok :
1. Kelompok sampah yang benar – benar sampah, dimana kelompok sampah ini sudah tidak bisa di manfaatkan lagi.
2. Kelompok sampah yang setengah sampah, artinya sampah ini adalah barang – barang yang sudah di campakkan, padahal masih bisa dimanfaatkan kembali “daur Ulang (recycle)”. Kelompok sampah ini adalah sumber uang bagi kita, jika bisa memanfaatkannya.
Percaya…????
Itulah pengelompokkan sampah berdasarkan manfaatnya, berikut adalah engelompokkan sampah bedasarkan asalnya, antara lain :
a. Sampah Organik
Sampah organik adalah sampah yang berasal dari sisa-sisa tubuh makhluk hidup (hewan maupun tumbuhan). Sampah organik mudah diuraikan dengan proses alami dan berlangsung cepat, Kertas dikelompokkan ke dalam sampah organik, karena kertas asalnya dari kayu. Dan Kayu asalnya dari tumbuhanzz

b. Sampah Anorganik
Sampah anorganik adalah sampah yang berasal dari sumber daya alam yang tak dapat diperbaharui serta proses industri. Sampah anorganik dapat di daur ulang kembali.

Sampah Anorganik ini memerlukan jangka waktu yang sangat lama untuk terurai, bahkan beberapa di antaranya tidak dapat diuraikan.
Contoh sampah anorganik : sampah plastik, kaleng, kaca, dll


c. Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
Adalah sampah yang mengandung zat yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Apabila limbah B3 ini dibuang sembarangan maka racun yang ada dalam limbah tersebut dapat meresap ke dalam tanah dan mencemari air tanah maupun tanaman yang berbahaya bila dikonsumsi manusia. Limbah B3 harus dipisahkan dengan sampah lainnya karena sangat berbahaya dan memerlukan penanganan khusus.
Contoh limbah B3 : baterai, botol obat nyamuk, paku, sisa bahan kimia, tinta, parfum, oli, dll.

Mengenai lama waktu yang di perlukan sampah untuk terurai itu tergantung pada jenis sampah itu sendiri.

* Berikut sedikit penyajian data-data lama waktu penguraian sampah dari tiap2 jenis sampah.
NAMA SAMPAH LAMA PENGURAIAN
Kertas lama penguraian 2-5 bulan
Kulit buah lama penguraian 6 bulan
Kardus / Karton lama penguraian 5 bulan
Filter rokok lama penguraian 10-12 tahun
Kantong plastik lama penguraian 10-12 tahun
Benda-benda kulit lama penguraian 25 – 40 tahun
Kain Nilon lama penguraian 30-40 tahun
Jaring ikan lama penguraian 30-40 tahun
Aluminium lama penguraian 80 – 100 tahun
Baterai bekas lama penguraian 100 tahun
Plastik lama penguraian 50-80 tahun
Botol kaca lama penguraian Perlu 1 juta tahun untuk hhancur tanpa bekas
Botol plastik Tidak dapat di perkirakan waktu hancurnya
Styrofoam Tidak dapat hancur

Jika dilihat dari data-data di atas, sangatlah penting untuk mulai memilah-milah sampah. Mengigat waktu yang diperlukan sampah untuk mengurai berbeda-beda. Sampah organik yang mengurainya lebih cepat dari sampah anorganik harus dipisahkan. Sampah organik ini dapat kita olah menjadi kompos. Sedangkan sampah anorganik yang waktu terurainya jauh lebih lama, dapat kita daur ulang kembali. Daripada mengendap lama di dalam tanah tak kunjung terurai, ada baiknya kita mendaur ulang kembali sampah-sampah anorganik ini. Ini semua dilakukan demi kelestarian lingkungan di sekitar kita.



by.indh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar