28 Mei 2010

REKAP HASIL STUDI LAPANGAN + JALAN-JALAN KE SOWAN BEACH

EKOSISTEM PANTAI

Sudahkan kita mengenal ekosistem pantai di sekeliling kita yang menyimpan berjuta rahasia menarik. kekhasan ekosistem mangrove, kecantikan habitat lamun dan keunikan lingkungan estuary memberikan nilai positif tersendiri bagi tiap ekosistem tersebut. Namun Sudah kah kita "berbuat" untuk melindunginya. Tanpa kita sadari keindahan yang tersembunyi di balik ekosistem tadi telah berangsur lenyap.

Hampir separuh penduduk bumi bermukin pada daerah pantai yang notabene merupakan pusat perdagangan antar pulau pada masa pembentukan pertama kota-kota besar di dunia. Perkembangan penduduk mendesak suatu degradasi daerah pantai yang tentu akan berdampak pada tergesernya suatu ekosistem alami ke suatu ekosistem yang terkontaminasi.

Saat deru ombak menerpa pantai, kehidupan pesisir pantai kembali tersiram oleh kesejukan yang memberi banyak energi pada berjuta hewan pesisir pantai.

Daerah pantai merupakan daerah perbatasan antara ekosistem laut dan ekosistem darat. Karena hempasan gelombang dan hembusan angin maka pasir dari pantai membentuk gundukan ke arah darat. Setelah gundukan pasir itu biasanya terdapat hutan yang dinamakan hutan pantai.

Tumbahan pada hutan pantai cukup beragam. Tumbuhan tersebut bergerombol membentuk unit-unit tertentu sesuai dengan habitatnya. Suatu unit vegetasi yang terbentuk karena habitatnya disebut formasi. Setiap formasi diberi nama sesuai dengan spesies tumbuhan yang paling dominan.

Berdasarkan susunan vegetasinya, ekosistem hutan pantai dapat dibedakan menjadi 2, yaitu formasi Pres-Caprae dan formasi Baringtonia.

1.

Formasi Pres-Caprae

Pada formasi ini, tumbuhan yang dominan adalah Ipomeea pres-caprae, tumbuhan lainnya adalah Vigna, Spinifex littoreus (rumput angin), Canavalia maritime, Euphorbia atoto, Pandanus tectorius (pandan), Crinum asiaticum (bakung), Scaevola frutescens (babakoan).

2.

Formasi Baringtonia

Vegetasi dominan adalah pohon Baringtonia (butun), tumbuhan lainnya adalah Callophylum inophylum (nyamplung), Erythrina, Hernandia, Hibiscus tiliaceus (waru laut), Terminalia catapa (ketapang).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar