16 Mei 2009

Harapan Pangan Dunia Dari Manado (OPINI)

Banyak pihak memahami betapa besar harapan masyarakat dunia pada terselenggaranya Konferensi Kelautan Dunia (WOC) dan Pertemuan segitiga terumbu karang (Coral Triangle Initiative/CTI) di Manado, Sulawesi Utara. Namun sebenarnya harapan terhadap tindakan nyata dari semua kesepakatan dan prakarsa menjadi lebih penting untuk kedepan. Bagaimana tidak ketika penduduk dunia terus mengalami peningkatan dan semuanya menuntut sediaan pangan ikani dari samudera juga semakin meningkat, sedang samudera diberbagai belahan dunia telah mengalami deplesi sumberdaya pangan laut,, kondisi over fishing melanda wilayah-wilayah penangkapan mereka, dan makin menghantam wilayah laut negara lain.

Gejala kerusakan sumberdaya laut dan hilangnya megadiversitas bahari, mengindikasikan bahwa lingkungan laut tidak lagi mampu menopang kehidupan biotanya, beratnya beban pencemar yang masuk tidak lagi memperdulikan kemampuan laut sebagai pelarut universal. Harus terjadi pergeseran Paradigma (paradigm shift) dari anggapan lama bahwa laut merupakan sumberdaya pulih (renewable) menjadi sumberdaya pulih yang terbatas. Pargeseran paradigma ini menjadi relevan dalam menghadapi pesatnya kerusakan lingkungan dan makin kompleknya buangan limbah dari arah daratan. Laut bukan merupakan tong sampah universal yang menghalalkan semua sampah, limbah masuk kedalamnya.

Oleh karenanya pengelolaan pesisir dan laut menjadi tidak relevan manakala pelibatan kelompok masyarakat pesisir terabaikan dari komitmen yang digagas. Masyarakat pesisir dan masyarakat marjinal lainnya harus dilepaskan terlebih dahulu dari kemiskinan dan keterbelakangan. Upaya pencukupan dan peningkatan daya hidup masyarakat pesisir akan seharusnya menjadi kata kunci bila ingin menyelamatkan laut, terumbu karang dan ekosistem lainnya. Karena sesungguhnya merekalah yang memanfaatkan, mengelola mengawasi dan menjaga sumberdaya di sekitar lingkungan mereka sendiri...., by INDRA WIRAWAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar